Tentang/About

Kehidupan perempuan Indonesia telah berubah secara dramatis sejak Raden Ayu Kartini mulai menulis tentang hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan lebih dari 100 tahun yang lalu. Kini, semakin banyak perempuan yang bersekolah, duduk di kursi DPR, dan menduduki berbagai jabatan penting dalam dunia bisnis.

Indonesia juga pernah memiliki seorang presiden perempuan dan kini seorang perempuan Indonesia menjadi salah satu pemimpin di Bank Dunia. Namun pada saat yang sama, sejumlah perempuan aktivis mengatakan sebagian besar perempuan Indonesia masih belum mendapat persamaan hak, pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan politik.

Langkah pertama untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik adalah dengan menggantungkan harapan dan mimpi, sama seperti yang Kartini lakukan kala itu. VOA Indonesia dan VOA Inggris mengajak Anda untuk membayangkan masa depan perempuan. Bagaimana situasi mereka dalam 25 tahun ke depan? Apa peran yang akan mereka mainkan dalam perekonomian, pemerintahan dan masyarakat? Hak-hak apa yang akan mereka miliki? Apakah peran mereka di rumah dan keluarga akan berubah? Lalu bagaimana tanggapan masyarakat?

Sampaikan pendapat Anda melalui tulisan, gambar, video, grafik, atau apa pun yang Anda suka.

Untuk memulainya, kami telah mewawancarai beberapa perempuan ternama di Indonesia mengenai harapan mereka akan perempuan Indonesia dalam 25 tahun mendatang. Kami juga telah memuat beberapa foto yang disertai tulisan untuk memeriahkan diskusi. Anda juga bebas untuk memberikan komentar.


***


The lives of Indonesian women have changed dramatically since Raden Ayu Kartini first began writing about the obstacles to women’s development more than 100 years ago.


In this special project brought to you by VOA’s English and Indonesian Services, we want you to envision the future of women. The first step toward shaping the future is to imagine it, just as Kartini did.


More Indonesian girls are now in school than ever before, women serve in the DPR and they occupy important positions in business. The country has had a female president, and an Indonesian woman is a leader at the World Bank. At the same time, advocates for women argue that most Indonesian women still have a long way to go in terms of equal rights, education, employment, health and politics.


So where will they be in 25 years?  What roles will they play in the economy, the government and society?  What rights will they have? Will their role in the home and family change? How will the rest of society respond?  You tell us!

  

 
 
 
 
RSS | Archive | Home